Jurnal Pengabdian Community https://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community <p><strong>Jurnal Pengabdian Community</strong> diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya.&nbsp; Jurnal ini merupakan forum publikasi khusus kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk&nbsp; penerapan teknologi tepat guna dari hasil penelitian, penyuluhan,&nbsp; pendampingan kepada masyarakat dan bidang lain yang terkait dengan peningkatan kapasitas dan dampak positif kepada masyarakat. Publikasi pada jurnal ini tidak terbatas pada hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan dari bidang Teknik saja, akan tetapi meliputi berbagai bidang keilmuan.</p> Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya en-US Jurnal Pengabdian Community 2715-9442 Analisis Kelayakan Desain Jembatan Gantung Multifungsi Ditinjau Dari Aspek Kekuatan Struktural Dan Nilai Ekonomis Terhadap Jembatan Gantung Konvensional https://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/3307 <p>ABSTRAK: Jembatan gantung merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan akses transportasi, terutama di daerah terpencil. Penelitian ini menganalisis kelayakan teknis dan ekonomis desain Jembatan Gantung Multifungsi (Studi Kasus Jembatan A: bentang 112 m, lebar 3 m, plat dan rangka baja, Kelas B, Biaya Rp. 20.204.969.568) dibandingkan dengan desain Jembatan Gantung Konvensional (Studi Banding Jembatan B: bentang 112 m, lebar 1.5 m, lantai kayu). Analisis kekuatan meliputi kapasitas dukung beban, rasio kekuatan terhadap berat, dan kekakuan struktural. Analisis ekonomis membandingkan biaya awal konstruksi, biaya perawatan, dan usia layan. Hasil menunjukkan Jembatan A, meskipun memiliki biaya awal yang lebih tinggi, menawarkan kapasitas beban yang jauh lebih besar (Kelas B vs. ringan), kekakuan yang superior (rangka baja vs. kayu), dan usia layan yang lebih panjang, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis secara jangka panjang dan unggul dalam aspek kekuatan. Desain multifungsi (lebar 3m) meningkatkan nilai fungsional jembatan, memungkinkan lalu lintas kendaraan yang lebih beragam. Kesimpulan menunjukkan bahwa investasi awal yang lebih tinggi pada jembatan gantung baja multifungsi adalah pilihan yang lebih optimal untuk ketahanan infrastruktur dan kelangsungan ekonomi wilayah.</p> <p>Kata Kunci: Jembatan Gantung, Kelayakan Desain, Nilai Ekonomis, Kekuatan Struktural, Multifungsi.</p> <p>ABSTRACT: Suspension bridges are vital infrastructure connecting transportation access, especially in remote areas. This study analyzes the technical and economic feasibility of a Multifunctional Suspension Bridge design (Case Study Bridge A: 112 m span, 3 m width, steel deck and truss, Class B, Cost IDR 20,204,969,568) compared to a Conventional Suspension Bridge design (Comparative Study Bridge B: 112 m span, 1.5 m width, timber deck). The strength analysis covers load-bearing capacity, strength-to-weight ratio, and structural stiffness. The economic analysis compares initial construction costs, maintenance costs, and service life. Results indicate that Bridge A, despite a higher initial cost, offers significantly greater load capacity (Class B vs. light traffic), superior stiffness (steel truss vs. timber), and a longer service life, making it a more long-term economically viable and structurally superior choice. The multifunctional design (3m width) enhances the bridge's functional value, accommodating more diverse vehicular traffic. The conclusion suggests that the higher initial investment in a multifunctional steel suspension bridge is the optimal choice for infrastructure resilience and regional economic sustainability.</p> <p>Keywords: Suspension Bridge, Design Feasibility, Economic Value, Structural Strength, Multifunctional.</p> Firman Tri Farmadi K M.Aminuddin A P.Usman Copyright (c) 2026 Firman Tri Farmadi, K M.Aminuddin, A P.Usman http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-20 2026-04-20 8 1 1 8 alan Kabupaten Musi Rawas Dalam Mendukung Efisiensi Dan Keberlanjutan Infrastruktur https://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/3308 <p>ABSTRAK: Master Plan Jalan Kabupaten Musi Rawas disusun sebagai pedoman strategis dalam pengembangan jaringan transportasi darat yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dokumen ini mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dengan tujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat aksesibilitas menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Perencanaan dilakukan melalui analisis kondisi eksisting jaringan jalan, proyeksi kebutuhan transportasi, dan prioritas pembangunan berbasis potensi wilayah. Strategi pengembangan meliputi peningkatan kualitas jalan kabupaten, pembangunan jalan penghubung antar-kecamatan, serta integrasi dengan jaringan jalan provinsi dan nasional. Implementasi master plan ini diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang efisien, mendukung pemerataan pembangunan, dan mewujudkan visi Musi Rawas sebagai daerah maju, mandiri, dan berdaya saing.</p> <p>Kata Kunci: Master Plan, Jalan Kabupaten, Musi Rawas, Infrastruktur Transportasi, Konektivitas Wilayah, Pembangunan Berkelanjutan.</p> <p>ABSTRACT: The Master Plan for Road Development in Musi Rawas Regency serves as a strategic guideline for developing an integrated and sustainable land transportation network that supports regional economic growth. This document refers to the Regional Long-Term Development Plan (RPJPD) and the Regional Spatial Plan (RTRW), aiming to enhance interregional connectivity, facilitate the distribution of goods and services, and strengthen accessibility to economic growth centers. The planning process involves analyzing the existing road network conditions, projecting transportation needs, and prioritizing development based on regional potential. The development strategy includes improving the quality of district roads, constructing inter-district connecting roads, and integrating with provincial and national road networks. The implementation of this master plan is expected to create an efficient transportation system, support equitable development, and realize Musi Rawas’ vision as an advanced, independent, and competitive region.</p> <p>Keywords: Master Plan, District Roads Musi Rawas, Transportation Infrastructure, Spatial Planning, ,Sustainable Development</p> Alawiyah K M.Aminuddin A P.Usman Copyright (c) 2026 ALAWIYAH, K M.Aminuddin, A P.Usman http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-18 2026-04-18 8 1 9 16 Pengenalan Fosil Formasi Mengkarang Kepada Siswa Smpn 46 Merangin Sebagai Pembekalan Eduwisata https://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/3309 <p>ABSTRAK: Kegiatan pengenalan fosil Formasi Mengkarang kepada siswa SMPN 46 Merangin dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pengetahuan mengenai fosil serta penguatan potensi eduwisata berbasis geologi di Desa Air Batu yang merupakan Kawasan Inti UNESCO Global Geopark Merangin (UGGpM) Kabupaten Merangin. Formasi Mengkarang merupakan satuan batuan berumur Paleozoikum yang tersingkap luas di wilayah Merangin dan mengandung berbagai jenis fosil laut dangkal dan fosil flora yang bernilai ilmiah tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan karakteristik fosil Formasi Mengkarang, memahami proses terbentuknya, serta menumbuhkan kesadaran pelestarian warisan geologi sejak usia dini. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui ceramah interaktif, demonstrasi identifikasi fosil, dan pengamatan langsung terhadap sampel representatif di lingkungan sekitar sekolah dan desa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test sederhana untuk menilai peningkatan pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan terhadap literasi geologi tentang fosil dan konsep geologi, disertai meningkatnya minat siswa terhadap kegiatan pembelajaran berbasis alam dan lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pengenalan fosil dapat berperan sebagai media edukatif yang efektif sekaligus mendukung pengembangan potensi eduwisata di kawasan Geopark Merangin sebagai bagian dari pelestarian warisan geologi.</p> <p>Kata Kunci: Eduwisata, Formasi Mengkarang, Fosil, Literasi Geologi, UNESCO Global Geopark Merangin</p> <p>ABSTRACT: The outreach activity introducing fossils of the Mengkarang Formation to students of SMPN 46 Merangin was conducted as an initiative to enhance geological knowledge and promote the potential of geology-based educational tourism in Air Batu Village, the Core Zone of the UNESCO Global Geopark Merangin (UGGpM), Merangin Regency. The Mengkarang Formation represents a Paleozoic rock unit extensively exposed in the Merangin area and hosts diverse shallow-marine and floral fossil assemblages of significant scientific importance. This program aimed to familiarize students with the characteristics of the Mengkarang fossils, elucidate their formation processes, and foster early awareness of geological heritage conservation. The implementation methods comprised interactive lectures, fossil identification demonstrations, and direct observations of representative fossil samples collected from the surrounding school and village environments. Evaluation was conducted with a simple pre-test and post-test to assess the improvement in students' understanding. The outcomes revealed a substantial improvement in students’ geological literacy regarding fossilization processes and fundamental geological concepts, accompanied by increased enthusiasm for nature-based learning activities. These results indicate that fossil introduction activities serve as an effective educational medium that not only enhances geoscientific understanding but also contributes to the development of geotourism potential within the Merangin Geopark area as part of broader geological heritage preservation efforts.</p> <p>Keywords: Education Tourism, Mengkarang Formation, Fossil, Geological literacy, UNESCO Global Geopark Merangin</p> Febiyora Chandra Kirana R N. Tadersi A D. Siregar D M.Magdalena Ritonga H W. Utama A Hasbullah Copyright (c) 2026 Febiyora Chandra Kirana, R N. Tadersi, A D. Siregar, D M.Magdalena Ritonga, H W. Utama, A Hasbullah http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-20 2026-04-20 8 1 17 20 Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Pembersih Lantai Menggunakan Pewarna Alami Bunga Telang Dan Teh Hijau Di Smk Negeri 4 Palembang https://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/3310 <p>ABSTRAK: Minyak jelantah sangat berpotensi untuk diolah menjadi aneka produk yang bermanfaat, salah satunya adalah pembersih lantai. Keberadaan minyak jelantah cukup melimpah, mudah diperoleh dan pengolahannya yang tepat dapat memberikan keuntungan. Pengolahan minyak ini merupakan solusi tepat untuk mengurangi risiko bahaya bagi kesehatan dan masalah lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah yang tidak memperhatikan aspek lingkungan. Kegiatan ini berlangsung di SMK Negeri 4 Palembang dengan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan praktek. Praktek pembuatan produk terdiri dari tahap perlakuan awal minyak jelantah, reaksi saponifikasi, pemisahan, pencampuran bahan, pengujian pH, pemberian pewangi dan pewarna, serta pengemasan produk. Kegiatan pengabdian ini dievaluasi dengan cara memberikan kuisioner skala 1-5 kepada 30 peserta (guru dan siswa). Hasil pengolahan data menunjukkan penilaian terhadap beberapa aspek yaitu pemateri dan teknik penyajian memperoleh penilaian baik sekali dengan persentase sebesar 93%, minat peserta terhadap kegiatan dinilai baik sekali (80%) dan manfaat materi pengabdian juga memiliki penilaian sangat baik dengan persentase 97%. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini mendapat respon sangat baik dan ditindak lanjuti dari pihak sekolah sebagai salah satu kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).</p> <p>Kata Kunci: minyak jelantah, pengolahan limbah, pembersih lantai, pewarna alami, bunga telang</p> <p>ABSTRACT: Used cooking oil has the potential to be processed into various useful products, one of which is floor cleaner. Used cooking oil is easily obtained, generally accessible, and profitable when prepared properly. When wasted cooking oil is disposed of without considering environmental aspects, processing this oil can also help lower the risk of health and environmental issues. This exercise used training, counseling, and practical assistance at SMK Negeri 4 Palembang.The product manufacturing practice consists of pretreatment of used cooking oil, saponification reaction, separation, mixing ingredients, pH testing, fragrance and coloring addition, and product packaging. The results of data processing showed an assessment of several aspects, namely the material and presentation techniques obtained a very good assessment with a percentage of 93%, the interest of participants in the activity was assessed very well (80%) and the benefits of community service materials also had a very good assessment with a percentage of 97%. From these values, it can be concluded that this community service activity received a very good response and was followed up by the school as one of the P5 activities (Pancasila Student Profile Strengthening Project).</p> <p>Keywords: used cooking oil, waste treatment, floor cleaner, natural dye, butterfly pea flower</p> Nina Haryani T Aprianti P Susmanto D F. Saraswati G Prasetya A T. Ramadhini W I. Alamsyah Copyright (c) 2026 Nina Haryani, T Aprianti, P Susmanto, D F. Saraswati, G Prasetya, A T. Ramadhini, W I. Alamsyah http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-20 2026-04-20 8 1 21 28 Sosialisasi Dan Edukasi Keselamatan Lalu Lintas Bagi Anak Usia Dini Dalam Membangun Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini Di Desa Permata Baru, Kecamatan Indralaya Utara https://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/3311 <p>ABSTRAK: Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian di dunia. Desa Permata Baru yang berada di Kecamatan Indralaya Utara, pada Kabupaten Ogan Ilir, merupakan kawasan desa binaan Universitas Sriwijaya yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi karena letaknya yang strategis berada di jalur utama Kota Palembang dari/ke Kota Indralaya dan Kota Palembang dari/ke Kota Prabumulih. Namun, berdasarkan pengamatan dilapangan, kondisi jalan desa terkategori sempit, kebanyakan sudah mengalami kerusakan (ringan ke parah), serta minim fasilitas keselamatan yang dapat menimbulkan risiko yang tinggi bagi anak-anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan lalu lintas pada anak usia dini dan membangun budaya tertib berlalu lintas. Didalam kegiatan ini dilakukan pelibatan terhadap guru, orang tua, dan perangkat desa dalam menciptakan lingkungan yang aman dengan metode kegiatan yang meliputi sosialisasi, pelatihan interaktif kepada siswa ataupun guru, penyediaan alat peraga edukatif (poster rambu, zebra cross portabel, rambu mini) dan kampanye budaya tertib lalu lintas. Dalam kegiatan PKM ini, terdapat inovasi yang berguna pada pembelajaran anak usia dini yang berupa modul pembelajaran, media bergambar dan mewarnai mengenai rambu, lalu lintas, dan keselamatan lalu lintas, media visual interaktif pembelajaran anak, serta QR code yang terhubung dengan materi edukasi digital. Dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif selama kegiatan PKM ini, diharapkan mampu menanamkan pemahaman dasar mengenai keselamatan lalu lintas sejak dini, memperkuat peran keluarga dan sekolah dalam berlalu lintas, serta menurunkan risiko tingkat kecelakaan anak di desa. Kegiatan PKM ini juga mendukung pencapaian SDGs poin 3 (kesehatan), poin 4 (pendidikan berkualitas), dan poin 11 (kota dan komunitas berkelanjutan).</p> <p>Kata Kunci: kecelakaan, lalu lintas, anak usia dini, tertib berlalu lintas.</p> <p>ABSTRACT: Road traffic accidents remain one of the leading causes of death worldwide. One of the main contributing factors is the low level of public awareness and understanding—particularly among children—regarding road safety and traffic discipline. Permata Baru Village, located in Indralaya Utara District, Ogan Ilir Regency, is an area with high vehicle mobility due to its strategic location on the main Palembang–Indralaya and Palembang–Prabumulih routes. However, the narrow and damaged village roads, combined with limited safety facilities, pose significant risks for children, especially those attending school. These conditions are further exacerbated by the lack of knowledge among parents and teachers about traffic safety education. This community engagement program seeks to improve traffic safety awareness among young children and foster a culture of discipline on the road. The activities involve teachers, parents, and village officials in creating a safer environment. The methods applied include socialization, interactive training, provision of educational tools (portable zebra crossings and miniature traffic signs) and traffic safety campaigns. The innovations offered consist of learning modules, illustrated and coloring materials, interactive visual media, and QR codes linked to digital educational content. Through participatory and collaborative approaches, the program is expected to instill fundamental road safety knowledge from an early age, strengthen the roles of families and schools, and reduce the risk of child accidents in the village. Moreover, this initiative supports the achievement of SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities).</p> <p><strong>Keywords:</strong>&nbsp;<em>accident, traffic, children, dicipline in road traffic</em></p> Rhaptyalyani Herno Della M Agustien E Buchari E Kadarsa D Y. Permata S R. Fadillah B F. Said N S.R. Putri A Y. Kurnia H Fitriani R Dewi Copyright (c) 2026 Rhaptyalyani Herno Della, M Agustien, E Buchari, E Kadarsa, D Y. Permata, S R. Fadillah, B F. Said, N S.R. Putri, A Y. Kurnia, H Fitriani, R Dewi http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-20 2026-04-20 8 1 29 38 Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan https://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/3312 <p>ABSTRAK: Penelitian geolistrik tahanan jenis (resistivitas) dilaksanakan di Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan serta menilai potensi akuifer dangkal. Akuisisi data dilakukan pada enam lintasan (1a, 1b, 1c, 2a, 2b, 2c) sepanjang ±128 m menggunakan konfigurasi Wenner–Schlumberger. Data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV untuk memperoleh penampang resistivitas dua dimensi. Korelasi pengukuran geolistrik dengan kondisi geologi berada pada formasi muaraenim dan endapan rawa. Hasil interpretasi menunjukkan daerah penelitian didominasi oleh material jenuh air berupa lapisan lempung dan lempung berpasir dengan resistivitas rendah hingga sedang (±5–25 Ωm). Pada kedalaman 15–35 m terdapat selang-seling batubara muda dan lanau keras dengan resistivitas 60–200 Ωm yang berperan sebagai lapisan kompak (aquitard). Berdasarkan analisis terdapat indikasi keberadaan bidang gelincir dan tekanan air pori lateral yang berpotensi memengaruhi kestabilan pondasi akibat adanya dua lintasan (1a dan 2a) sejajar dengan lokasi tiang dermaga.</p> <p>Kata Kunci: geolistrik, tahanan jenis, resistivitas 2D, akuifer dangkal, Musi Banyuasin</p> <p>ABSTRACT: Geoelectrical resistivity investigation was undertaken in Bentayan Village, Tungkal Ilir District, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province, to delineate subsurface structures and assess the potential of shallow aquifers. Data were acquired along six survey lines (1a, 1b, 1c, 2a, 2b, and 2c), each approximately 128 m in length, employing the Wenner–Schlumberger electrode configuration. The datasets were processed using RES2DINV software to produce two-dimensional resistivity profiles. Integration of the geoelectric results with regional geological information indicates that the site is predominantly associated with the Muaraenim Formation and adjacent peatland deposits. Interpretation of the resistivity sections reveals that the subsurface is chiefly composed of water-saturated clay and sandy-clay strata exhibiting low to moderate resistivity values (approximately 5–25 Ω m). At depths between 15 m and 35 m, alternating layers of young coal and consolidated silt with resistivity values of 60–200 Ω m function as compact aquitards. Detailed analysis of survey lines 1a and 2a, which are spatially aligned with a tilted pier pile, suggests the presence of a potential slip plane and lateral pore-water pressure that may compromise foundation stability.</p> <p>Keywords: geoelectrical survey, resistivity, 2D inversion, shallow aquifer, Musi Banyuasin</p> Lusitania Lusitania Muhammad Agni Gustama Eddy Ibrahim Sri Desdita Komari Aisyah Minzikrina Masbar Rus Putri Dwi Afifah Nyimas Ulfatry Utami Copyright (c) 2026 Lusitania Lusitania, Muhammad Agni Gustama, Eddy Ibrahim, Sri Desdita Komari, Aisyah Minzikrina Masbar Rus, Putri Dwi Afifah, Nyimas Ulfatry Utami http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-04-20 2026-04-20 8 1 39 44