https://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/issue/feedJurnal Pengabdian Community2026-01-27T11:15:42+07:00Rosidawanirosidawani@ft.unsri.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Pengabdian Community</strong> diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya. Jurnal ini merupakan forum publikasi khusus kegiatan pengabdian kepada masyarakat, termasuk penerapan teknologi tepat guna dari hasil penelitian, penyuluhan, pendampingan kepada masyarakat dan bidang lain yang terkait dengan peningkatan kapasitas dan dampak positif kepada masyarakat. Publikasi pada jurnal ini tidak terbatas pada hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan dari bidang Teknik saja, akan tetapi meliputi berbagai bidang keilmuan.</p>https://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/3273Aplikasi Tungku Bakar Pembuatan Bio-Briket Dari Sampah Organik Di Desa Seri Kembang I Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan2026-01-27T11:15:42+07:00Rahmatullahrahmatullah@ft.unsri.ac.idRizka Wulandari Putrirahmatullah@ft.unsri.ac.idM. Djoni Bustanrahmatullah@ft.unsri.ac.idAlek Al Hadirahmatullah@ft.unsri.ac.idDyos Santosorahmatullah@ft.unsri.ac.idM. Ihsan Riadyrahmatullah@ft.unsri.ac.id<p>ABSTRAK: Sampah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh masyrakat, khususnya di Desa Seri Kembang I, Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Beberapa penyebab timbulnya permasalahan sampah di kawasan tersebut adalah periode pengambilan sampah yang hanya dilakukan 2 kali dalam seminggu oleh para petugas kebersihan/truk pengangkut sampah. Selain itu, tumpukan sampah yang dikumpulkan warga menggunakan karung masih bercampur dan tidak dilakukan pemilahan jenis sampah. Hal ini yang menyebabkan kekhawatiran bagi warga setempat karena bertumpuknya sampah yang berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu diperlukan tindakan lebih lanjut dalam pengolahan dan pemanfaatan sampah tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi tumpukan tersebut adalah dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya dan mendaur ulang sampah rumah tangga seperti sampah organik atau biomassa. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar biobriket, menjadi salah satu bentuk inovasi dan sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan bakar dan memiliki nilai ekonomi bila dikomersialisasikan. Biomassa merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut semua senyawa organik, termasuk juga sampah organik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sampah organik bila dikonversi menjadi bahan bakar padat atau biobriket dapat memiliki nilai kalor mulai dari 5.000-6.600 cal/g. Program peningkatan nilai tambah untuk sampah menjadi energi (waste to energy) menjadi tujuan utama kegiatan pengabdian ini. Sampah organik yang diolah menjadi briket akan digunakan sebagai bahan bakar padat untuk kebutuhan rumah tangga dan bernilai jual untuk menambah penghasilan masyarakat di Desa Seri Kembang I, Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.Dari hasil survey tingkat kepuasan dan pemahamanterhadap kegiatan pengabdian ini menunjukkan sebanyak 6-9 responden merasa puas dan paham terhadap metode dan materi yang disampaikan. Kegiatan ini dirasa bermanfaat bagi masyarakat dapat dilihat dari 14 responden yang menjawab kegiatan ini sangat bermanfaat, dan 14 responden memahami materi yang disampaiakan serta seluruh responden merasa puas dan berharap kegiatan pengabdian dapat dilanjutkan.</p> <p>Kata Kunci: sampah organik, tungku bakar, biobriket, Desa Seri Kembang I</p> <p>ABSTRACT: Household waste is one of the problems often faced by the community, especially in Seri Kembang I Village, Payaraman District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. Some of the causes of the waste problem in the area are the waste collection period which is only carried out twice a week by cleaners/garbage trucks. In addition, the piles of waste collected by residents using sacks are still mixed and the types of waste are not sorted. This is what causes concern for local residents because the piles of waste have a negative impact on the environment and health of the surrounding community. Therefore, further action is needed in the processing and utilization of the waste. One way that the community can do to reduce the pile is to sort waste by type and recycle household waste such as organic waste or biomass. Organic waste can be used as a basic material for biobriquettes, becoming one form of innovation and alternative energy source that can be used as fuel and has economic value if commercialized. Biomass is a term used to refer to all organic compounds, including organic waste. Based on the research that has been done, organic waste when converted into solid fuel or biobriquettes can have a calorific value ranging from 5,000-6,600 cal/g. The program to increase added value for waste to energy is the main objective of this community service activity. Organic waste that is processed into briquettes will be used as solid fuel for household needs and has a selling value to increase the income of the community in Seri Kembang I Village, Payaraman District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. From the results of the survey on the level of satisfaction and understanding of this community service activity, it showed that 6-9 respondents felt satisfied and understood the methods and materials presented. This activity is considered beneficial for the community, as seen from 14 respondents who answered that this activity was very useful, and 14 respondents understood the material presented and all respondents felt satisfied and hoped that the community service activity could be continued.</p> <p>Keywords: organic waste, burning stove, biobriquettes, Seri Kembang I Village</p>2025-04-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Rahmatullah jtk, Rizka Wulandari Putri, M. Djoni Bustan, Alek Al Hadi, Dyos Santoso, M. Ihsan Riadyhttps://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/2391Sosialisasi Perancangan Desain Perahu Ketek Berbasis Solar Cell di Pelabuhan Tangga Buntung Sumatera Selatan2026-01-26T17:03:14+07:00Bazlina Dawami Afrahbazlina.afrah@ft.unsri.ac.idNazwa Ananditha Nabilanazwaanandithanabila@gmail.comM Farhan Mahdi Izzuddinfarhanmahdi07@gmail.comMuhammad Ihsan Riadymihsanriady@ft.unsri.ac.idDyos Santosodyos.santoso@gmail.com<p style="font-weight: 400;">Pelabuhan Tangga Buntung menjadi lokasi strategis bagi pengoperasian kapal ketek sebagai salah satu pilihan transportasi umum di Provinsi Sumatera Selatan. Perahu ketek tradisional yang mengandalkan bahan bakar fosil menghadirkan tantangan lingkungan seperti pencemaran sungai akibat emisi udara dan tumpahan minyak. Hal ini mengakibatkan berkurangnya minat, terutama di kalangan generasi muda. Oleh karena itu dilakukan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat terhadap modifikasi desain perahu ketek menggunakan <em>solar cell</em> di bagian atap sebagai sumber energi alternatif. Perancangan desain perahu ketek dilakukan dengan memanfaatkan panel surya monokristal 250 Wp yang mampu menghasilkan energi sebesar 0,35 Kwh dengan kapasitas 10 orang. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas prasarana yang dirancang secara optimal, konsisten, dan mampu mengurangi pencemaran lingkungan dengan keuntungan ekonomis.</p>2026-01-26T16:44:26+07:00Copyright (c) 2025 Bazlina Dawami Afrah, Nazwa Ananditha Nabila, M Farhan Mahdi Izzuddin; Muhammad Ihsan Riady; Dyos Santosohttps://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/2861Pendampingan Perancangan Interior Sarana Perpustakaan, Musala, Toilet dan Area Wudu Sekolah Islam Al Faruq, Kebun Bunga Palembang2026-01-26T17:03:14+07:00rizka drastianirddrastiani@gmail.com<p>Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, hal tersebut tercantum didalam Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945). Sekolah merupakan salah satu tempat dimana semua kalangan bisa mendapatkan hak tersebut. Pendidikan dasar seperti PAUD dan Sekolah Dasar (SD) berbasis agama saat ini menjadi pilihan banyak masyarakat untuk menyekolahkan anaknya agar mendapatkan keseimbangan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat. Sesuai dengan tujuan mendasar pasal 31 UUD 1945 mengenai pendidikan, bahwa semua orang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan tanpa memandang status sosialnya. Hal inilah yang menjadi dasar didirikannya Sekolah Islam Al Faruq. Sekolah dengan basis yayasan Al Faruq ini memberikan seluas-luasya kesempatan untuk setiap anak mendapatkan pendidikan termasuk anak-anak dari masyarakat kurang mampu. Layaknya sebuah sekolah, sarana dan prasarana tentu saja menjadi hal yang sangat penting bagi kelancaran proses belajar dan mengajar. Salah satu sarana yang cukup penting berupa perpustakaan, musala, toilet dan area wudu. Sekolah Islam Al Faruq belum memiliki perpustakaan yang layak untuk murid agar bisa membaca untuk menambah wawasan, sementara itu sarana yang tidak kalah penting adalah musala, toilet siswa dan area wudu yang menjadi bagian penting pada sebuah sekolah islam. Melalui program pengabdian masyarakat (PPM UNSRI) ini, tim PPM dari Prodi Teknik Arsitektur Universitas Sriwijaya akan membantu dalam pendampingan mendesain sarana dan prasana tersebut, agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman.</p> <p> </p>2026-01-26T16:52:51+07:00Copyright (c) 2025 rizka drastianihttps://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/2782Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Alat Promosi Geowisata Di MTs Nurul 'Ulum, Desa Bungin Campang, Kecamatan Simpang, Kabupaten Oku Selatan, Provinsi Sumatera Selatan2026-01-26T17:03:14+07:00Idarwati Idarwatiidarwati@ft.unsri.ac.idBudhi Setiawanbudhi.setiawan@unsri.ac.idYogie Zulkurnia Rochmanayogie.zrochmana@ft.unsri.ac.idEdy Sutriyonoedy_sutriyono@unsri.ac.idIka Juliantinaikajuliantina@ft.unsri.ac.idMochammad Malik Ibrahimmalikibrahim100@ft.unsri.ac.idDevyanto Kurniawan03071282126041@student.unsri.ac.idBening Alya Khatulistiwa03071282126048@student.unsri.ac.idAnisa Nurjanah03071182126012@student.unsri.ac.idAnanda Giselle Putri Ianuar03071282126050@student.unsri.ac.idNovita Meryana03071282227026@student.unsri.ac.idMuhammad Aldriansyah Abellino03071282227014@student.unsri.ac.idMuhammad Radja Dwi Putra Simatupang03071282227032@student.unsri.ac.idHanisa Dean Syaputri03071282227036@student.unsri.ac.id<p>Sosial media kini menjadi alat promosi yang sangat efektif, termasuk di bidang pariwisata. Namun, banyak objek geowisata di Indonesia, seperti Goa Kelambit di OKU Selatan, yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan digital siswa dan seluruh masyarakat Desa Bungin Campang dalam mempromosikan geowisata serta mengevaluasi potensi Goa Kelambit sebagai objek wisata dan sarana pendidikan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini meliputi analisis sosial media, survei lokasi, sosialisasi, pelatihan di MTs Nurul 'Ulum, dan praktik pembuatan konten di lapangan. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa dan seluruh masyarakat mengenai promosi pariwisata melalui sosial media. Namun, dengan keterbatasan akses internet di lokasi menyebabkan terjadinya kendala dalam pengunggahan konten secara <em>real - time</em>. Hal ini menyoroti perlunya peningkatan infrastruktur telekomunikasi di daerah lokasi pengabdian tersebut untuk mendukung promosi pariwisata melalui sosial media dengan lebih efektif dan efisien. Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, potensi geowisata Goa Kelambit dapat dioptimalkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.</p>2026-01-26T16:56:02+07:00Copyright (c) 2025 Idarwati Idarwati, Budhi Setiawan, Yogie Zulkurnia Rochmana, Edy Sutriyono, Ika Juliantina, Mochammad Malik Ibrahim, Devyanto Kurniawan, Bening Alya Khatulistiwa, Anisa Nurjanah, Ananda Giselle Putri Ianuar, Novita Meryana, Muhammad Aldriansyah Abellino, Muhammad Radja Dwi Putra Simatupang, Hanisa Dean Syaputrihttps://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/2821Strategi Peningkatan Kesadaran Mitigasi Bencana Berbasis Pendidikan Pada Siswa SD Negeri 03 Kecamatan Simpang, Ogan Komering Ulu Selatan2026-01-26T17:03:15+07:00Yogie Zulkurnia Rochmanayogie.zrochmana@ft.unsri.ac.idBudhi Setiawanbudhi.setiawan@unsri.ac.idIdarwati Idarwatiidarwati@ft.unsri.ac.idHarnani Harnaniharnani@ft.unsri.ac.idElisabet Dwi Mayasarielisabet_mayasari@unsri.ac.idMuhammad Akmal Dwi AntoroAkmldws24@gmail.comKalvari Anggeakalvarianggea07@gmail.comAdinda Ayu Souqiyahadindaayusouqiyah@gmail.comNadila Zaharanadilazra22@gmail.comAfrizya Ade Alya Sandyafrizya0611@gmail.comKhanaya Syafarah Auliakhanayakhay@gmail.comSalma Aulia Az-Zahra’salmaliazhr@gmail.comMuhammad Ashraf Alghoziasrafalghozi1@gmail.com<p>Bencana alam merupakan kejadian alam yang dapat menyebabkan kerusakan, kerugian, atau gangguan serius terhadap kehidupan manusia, lingkungan, dan harta benda. Bencana alam ini dapat terjadi diseluruh daerah, salah satunya daerah Ogan Komering Ulu Selatan tepatnya pada Kecamatan Simpang. Bencana alam berdampak pada semua usia baik orang dewasa maupun anak-anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anak-anak tentang risiko bencana dan langkah-langkah mitigasi melalui program edukasi di SD Negeri 03 Simpang. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi, simulasi, dan analisis data menggunakan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan informasi dasar mengenai bencana alam dan mitigasinya, sementara simulasi melibatkan penjelasan dan praktik mitigasi bencana gempa bumi melalui video edukasi dan latihan perlindungan menggunakan meja dan buku. Data diambil dari nilai <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> yang diberikan kepada siswa sebelum dan setelah sosialiasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 49,74 pada <em>pre-test</em> menjadi 90 pada <em>post-test</em>. Perhitungan N Gain menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 80,1%, yang tergolong "Sangat Efektif". Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan mengenai bencana alam dan tindakan mitigasinya. Dengan hasil yang sangat positif, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan anak-anak, mempersiapkan mereka untuk menghadapi bencana dengan lebih baik.</p>2026-01-26T16:59:30+07:00Copyright (c) 2025 Yogie Zulkurnia Rochmana, Budhi Setiawan, Idarwati Idarwati, Harnani Harnani, Elisabet Dwi Mayasari, Muhammad Akmal Dwi Antoro, Kalvari Anggea, Adinda Ayu Souqiyah, Nadila Zahara, Afrizya Ade Alya Sandy, Khanaya Syafarah Aulia, Salma Aulia Az-Zahra’, Muhammad Ashraf Alghozihttps://www.ejournal.ft-unsri.com/index.php/community/article/view/3275Pemanfaatan sampah plastik Menjadi batako eco-brick untuk ruang hijau pada desa seri kembang i kecamatan payaraman kabupaten ogan ilir sumatera selatan2026-01-26T17:03:15+07:00Rizka Wulandari Putririzkawulandariputri@unsri.ac.idSri Haryatirizkawulandariputri@unsri.ac.idSelpianarizkawulandariputri@unsri.ac.id Susi Susantirizkawulandariputri@unsri.ac.idNina Haryanirizkawulandariputri@unsri.ac.idPuteri Kusuma Wardhanirizkawulandariputri@unsri.ac.idHarry Waristianrizkawulandariputri@unsri.ac.id<p>ABSTRAK: Plastik merupakan material yang sulit terurai dimana degradasi plastik dengan cara penimbunan dapat memakan waktu yang sangat lama, bahkan bisa memakan waktu hingga puluhan tahun. Di Indonesia hal tersebut menjadi suatu permasalahan yang terjadi di masyarakat bahkan akan terus meningkat seiring dengan pertambahan populasi penduduk. Permasalahan yang dihadapi masyarakat di Desa Seri Kembang I Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan salah satunya adalah permasalahan sampah anorganik. Masyarajat memlikiki kekgawatiran penumpukan sampah mengingat kendaraan pengambil sampah hanya beroperasi 2 kali seminggu. Selain itu masyarakah memiliki permasalahan dalam pemilahan jenis sampah, sehingga kondisi sampah organik dan anorganik telah tercampur. Oleh karena itu, salah satu cara penanggulanan sampah anorganik berupa sampah plastik tersebut adalah peningkatan wawasan pemilahan sampah dan peningkatan nilai tambah pada sampah plastik menjadi produk batako eco- briket. Hal ini mengingat pembangunan ruang hijau di kawasan tersebut dapat mengaplikasikan batako eco-briket sebagai bahan konstruksi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pemanfaatan sampah plastik dan menghasilkan produk inovasi tepat guna yaitu batako eco-brick dari sampah plastik.</p> <p>Kata Kunci: batako; eco-brick; manajemen sampah; pengabdian; sampah plastic</p> <p>ABSTRACT: Plastic is a material that is difficult to decompose where plastic degradation by landfilling can take a very long time, even up to tens of years. In Indonesia, this has become a problem that occurs in society and will continue to increase along with population growth. One of the problems faced by the community in Seri Kembang I Village, Ogan Ilir Regency, South Sumatra is the problem of inorganic waste. The community is concerned about the accumulation of waste considering that garbage collection vehicles only operate twice a week. In addition, the community has problems in sorting types of waste, so that the condition of organic and inorganic waste has been mixed. Therefore, one way to overcome inorganic waste in the form of plastic waste is to increase insight into waste sorting and increase the added value of plastic waste into eco-briquette brick products. This is because the development of green spaces in the area can apply eco-briquette bricks as construction materials. This service aims to increase public awareness of the use of plastic waste and produce appropriate innovation products, namely eco-brick bricks from plastic waste.</p> <p>Keywords: brick; eco-brick; waste management; devotion; plastic waste</p>2026-01-26T17:01:52+07:00Copyright (c) 2025 Rizka Wulandari Putri, Sri Haryati, Selpiana, Susi Susanti, Nina Haryani, Puteri Kusuma Wardhani, Harry Waristian