Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan

  • Lusitania Lusitania Universitas Sriwijaya
  • Muhammad Agni Gustama Teknik Pertambangan, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Eddy Ibrahim Teknik Pertambangan, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Sri Desdita Komari Teknik Pertambangan, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Aisyah Minzikrina Masbar Rus Teknik Pertambangan, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Putri Dwi Afifah Teknik Pertambangan, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Nyimas Ulfatry Utami Teknik Pertambangan, Universitas Sriwijaya, Palembang
Keywords: geolistrik, tahanan jenis, resistivitas 2D, akuifer dangkal, Musi Banyuasin

Abstract

ABSTRAK: Penelitian geolistrik tahanan jenis (resistivitas) dilaksanakan di Desa Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur bawah permukaan serta menilai potensi akuifer dangkal. Akuisisi data dilakukan pada enam lintasan (1a, 1b, 1c, 2a, 2b, 2c) sepanjang ±128 m menggunakan konfigurasi Wenner–Schlumberger. Data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak RES2DINV untuk memperoleh penampang resistivitas dua dimensi. Korelasi pengukuran geolistrik dengan kondisi geologi berada pada formasi muaraenim dan endapan rawa. Hasil interpretasi menunjukkan daerah penelitian didominasi oleh material jenuh air berupa lapisan lempung dan lempung berpasir dengan resistivitas rendah hingga sedang (±5–25 Ωm). Pada kedalaman 15–35 m terdapat selang-seling batubara muda dan lanau keras dengan resistivitas 60–200 Ωm yang berperan sebagai lapisan kompak (aquitard). Berdasarkan analisis terdapat indikasi keberadaan bidang gelincir dan tekanan air pori lateral yang berpotensi memengaruhi kestabilan pondasi akibat adanya dua lintasan (1a dan 2a) sejajar dengan lokasi tiang dermaga.

Kata Kunci: geolistrik, tahanan jenis, resistivitas 2D, akuifer dangkal, Musi Banyuasin

ABSTRACT: Geoelectrical resistivity investigation was undertaken in Bentayan Village, Tungkal Ilir District, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province, to delineate subsurface structures and assess the potential of shallow aquifers. Data were acquired along six survey lines (1a, 1b, 1c, 2a, 2b, and 2c), each approximately 128 m in length, employing the Wenner–Schlumberger electrode configuration. The datasets were processed using RES2DINV software to produce two-dimensional resistivity profiles. Integration of the geoelectric results with regional geological information indicates that the site is predominantly associated with the Muaraenim Formation and adjacent peatland deposits. Interpretation of the resistivity sections reveals that the subsurface is chiefly composed of water-saturated clay and sandy-clay strata exhibiting low to moderate resistivity values (approximately 5–25 Ω m). At depths between 15 m and 35 m, alternating layers of young coal and consolidated silt with resistivity values of 60–200 Ω m function as compact aquitards. Detailed analysis of survey lines 1a and 2a, which are spatially aligned with a tilted pier pile, suggests the presence of a potential slip plane and lateral pore-water pressure that may compromise foundation stability.

Keywords: geoelectrical survey, resistivity, 2D inversion, shallow aquifer, Musi Banyuasin

Published
2026-04-20
Section
Articles