Analisis Kelayakan Desain Jembatan Gantung Multifungsi Ditinjau Dari Aspek Kekuatan Struktural Dan Nilai Ekonomis Terhadap Jembatan Gantung Konvensional

  • Firman Tri Farmadi Pemda Musi Rawas
  • K M.Aminuddin Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • A P.Usman Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Palembang
Keywords: Jembatan Gantung, Kelayakan Desain, Nilai Ekonomis, Kekuatan Struktural, Multifungsi

Abstract

ABSTRAK: Jembatan gantung merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan akses transportasi, terutama di daerah terpencil. Penelitian ini menganalisis kelayakan teknis dan ekonomis desain Jembatan Gantung Multifungsi (Studi Kasus Jembatan A: bentang 112 m, lebar 3 m, plat dan rangka baja, Kelas B, Biaya Rp. 20.204.969.568) dibandingkan dengan desain Jembatan Gantung Konvensional (Studi Banding Jembatan B: bentang 112 m, lebar 1.5 m, lantai kayu). Analisis kekuatan meliputi kapasitas dukung beban, rasio kekuatan terhadap berat, dan kekakuan struktural. Analisis ekonomis membandingkan biaya awal konstruksi, biaya perawatan, dan usia layan. Hasil menunjukkan Jembatan A, meskipun memiliki biaya awal yang lebih tinggi, menawarkan kapasitas beban yang jauh lebih besar (Kelas B vs. ringan), kekakuan yang superior (rangka baja vs. kayu), dan usia layan yang lebih panjang, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis secara jangka panjang dan unggul dalam aspek kekuatan. Desain multifungsi (lebar 3m) meningkatkan nilai fungsional jembatan, memungkinkan lalu lintas kendaraan yang lebih beragam. Kesimpulan menunjukkan bahwa investasi awal yang lebih tinggi pada jembatan gantung baja multifungsi adalah pilihan yang lebih optimal untuk ketahanan infrastruktur dan kelangsungan ekonomi wilayah.

Kata Kunci: Jembatan Gantung, Kelayakan Desain, Nilai Ekonomis, Kekuatan Struktural, Multifungsi.

ABSTRACT: Suspension bridges are vital infrastructure connecting transportation access, especially in remote areas. This study analyzes the technical and economic feasibility of a Multifunctional Suspension Bridge design (Case Study Bridge A: 112 m span, 3 m width, steel deck and truss, Class B, Cost IDR 20,204,969,568) compared to a Conventional Suspension Bridge design (Comparative Study Bridge B: 112 m span, 1.5 m width, timber deck). The strength analysis covers load-bearing capacity, strength-to-weight ratio, and structural stiffness. The economic analysis compares initial construction costs, maintenance costs, and service life. Results indicate that Bridge A, despite a higher initial cost, offers significantly greater load capacity (Class B vs. light traffic), superior stiffness (steel truss vs. timber), and a longer service life, making it a more long-term economically viable and structurally superior choice. The multifunctional design (3m width) enhances the bridge's functional value, accommodating more diverse vehicular traffic. The conclusion suggests that the higher initial investment in a multifunctional steel suspension bridge is the optimal choice for infrastructure resilience and regional economic sustainability.

Keywords: Suspension Bridge, Design Feasibility, Economic Value, Structural Strength, Multifunctional.

Published
2026-04-20
Section
Articles