Aplikasi Tungku Bakar Pembuatan Bio-Briket Dari Sampah Organik Di Desa Seri Kembang I Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan
Abstract
ABSTRAK: Sampah rumah tangga merupakan salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh masyrakat, khususnya di Desa Seri Kembang I, Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Beberapa penyebab timbulnya permasalahan sampah di kawasan tersebut adalah periode pengambilan sampah yang hanya dilakukan 2 kali dalam seminggu oleh para petugas kebersihan/truk pengangkut sampah. Selain itu, tumpukan sampah yang dikumpulkan warga menggunakan karung masih bercampur dan tidak dilakukan pemilahan jenis sampah. Hal ini yang menyebabkan kekhawatiran bagi warga setempat karena bertumpuknya sampah yang berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu diperlukan tindakan lebih lanjut dalam pengolahan dan pemanfaatan sampah tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi tumpukan tersebut adalah dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya dan mendaur ulang sampah rumah tangga seperti sampah organik atau biomassa. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar biobriket, menjadi salah satu bentuk inovasi dan sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan bakar dan memiliki nilai ekonomi bila dikomersialisasikan. Biomassa merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut semua senyawa organik, termasuk juga sampah organik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sampah organik bila dikonversi menjadi bahan bakar padat atau biobriket dapat memiliki nilai kalor mulai dari 5.000-6.600 cal/g. Program peningkatan nilai tambah untuk sampah menjadi energi (waste to energy) menjadi tujuan utama kegiatan pengabdian ini. Sampah organik yang diolah menjadi briket akan digunakan sebagai bahan bakar padat untuk kebutuhan rumah tangga dan bernilai jual untuk menambah penghasilan masyarakat di Desa Seri Kembang I, Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.Dari hasil survey tingkat kepuasan dan pemahamanterhadap kegiatan pengabdian ini menunjukkan sebanyak 6-9 responden merasa puas dan paham terhadap metode dan materi yang disampaikan. Kegiatan ini dirasa bermanfaat bagi masyarakat dapat dilihat dari 14 responden yang menjawab kegiatan ini sangat bermanfaat, dan 14 responden memahami materi yang disampaiakan serta seluruh responden merasa puas dan berharap kegiatan pengabdian dapat dilanjutkan.
Kata Kunci: sampah organik, tungku bakar, biobriket, Desa Seri Kembang I
ABSTRACT: Household waste is one of the problems often faced by the community, especially in Seri Kembang I Village, Payaraman District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. Some of the causes of the waste problem in the area are the waste collection period which is only carried out twice a week by cleaners/garbage trucks. In addition, the piles of waste collected by residents using sacks are still mixed and the types of waste are not sorted. This is what causes concern for local residents because the piles of waste have a negative impact on the environment and health of the surrounding community. Therefore, further action is needed in the processing and utilization of the waste. One way that the community can do to reduce the pile is to sort waste by type and recycle household waste such as organic waste or biomass. Organic waste can be used as a basic material for biobriquettes, becoming one form of innovation and alternative energy source that can be used as fuel and has economic value if commercialized. Biomass is a term used to refer to all organic compounds, including organic waste. Based on the research that has been done, organic waste when converted into solid fuel or biobriquettes can have a calorific value ranging from 5,000-6,600 cal/g. The program to increase added value for waste to energy is the main objective of this community service activity. Organic waste that is processed into briquettes will be used as solid fuel for household needs and has a selling value to increase the income of the community in Seri Kembang I Village, Payaraman District, Ogan Ilir Regency, South Sumatra. From the results of the survey on the level of satisfaction and understanding of this community service activity, it showed that 6-9 respondents felt satisfied and understood the methods and materials presented. This activity is considered beneficial for the community, as seen from 14 respondents who answered that this activity was very useful, and 14 respondents understood the material presented and all respondents felt satisfied and hoped that the community service activity could be continued.
Keywords: organic waste, burning stove, biobriquettes, Seri Kembang I Village
Copyright (c) 2025 Rahmatullah jtk, Rizka Wulandari Putri, M. Djoni Bustan, Alek Al Hadi, Dyos Santoso, M. Ihsan Riady

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




