ANALISIS RISIKO DOMINAN PROYEK KPBU PRESERVASI JALAN NASIONAL LINTAS TIMUR SUMATERA SELATAN DENGAN METODE PROBABILITY IMPACT MATRIX

  • Balqis Fataya Said Universitas Sriwijaya
  • Muhammar Rizka Fadli Wibowo Universitas Baturaja
  • Lindawati Universitas Baturaja

Abstract

Upaya untuk mencapai kemantapan jalan nasional sebesar 100%, Pemerintah Indonesia melakukan preservasi salah satu infrastruktur jalan, yaitu Jalan nasional lintas timur di Provinsi Sumatera Selatan (Jalintim Sumsel). Kegiatan preservasi dilakukan berdasarkan data kondisi eksisting yang menunjukkan bahwa Jalintim Sumsel perlu dilakukannya preservasi jalan. Adanya gap antara ketersediaan dana pemerintah (APBN) dan kebutuhan infrastruktur yang tercantum pada RPJMN membuat pembiayaan preservasi Jalintim Sumsel dapat dilakukan dengan menggunakan alternatif pembiayaan lain, yaitu skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan pembayaran ketersediaan layanan. Skema KPBU membutuhkan manajemen risiko agar risiko-risiko yang sulit untuk dipenuhi dapat diperkirakan cara memitigasinya yang tentunya perlu dianalisis terlebih dahulu mengenai risiko dominan yang terjadi baik pada pihak Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dan pihak Badan Usaha Pelaksana (BUP). Tujuan penelitian untuk mengetahui setiap risiko dominan yang dihadapi oleh masing-masing pihak dengan melalui identifikasi risiko, perhitungan risiko, informasi mengenai risiko yang terjadi pada setiap tahapan KPBU, serta penentuan risiko dominan. Identifikasi risiko proyek dilakukan melalui studi literatur yang kemudian keabsahan risiko akan dikonfirmasi melalui masing-masing pihak (PJPK dan BUP) melalui wawancara. Perhitungan tingkat risiko dilakukan dengan metode Probability Impact Matrix. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 7 risiko dominan menurut persepsi PJPK dan 4 risiko dominan menurut persepsi BUP.

Published
2026-01-30