PENGARUH PEMAKAIAN UDARA PEMBAKARAN TERHADAP YIELD COKE DAN THERMAL EFFICIENCY PADA REGENERATOR 15-R-103/104 UNIT RESIDUE CATALYTIC CRACKER DI PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL RU VI BALONGAN
Abstract
Unit Residue Catalytic Cracker (RCC) di PT Kilang Pertamina Internasional RU VI Balongan berfungsi mengolah residu berat menjadi bensin LPG dan Light Cycle Oil. Selama proses perengkahan terbentuk coke pada katalis yang menurunkan aktivitas sehingga diperlukan regenerasi di regenerator dua tingkat (15-R-103/104) dengan udara pembakaran sebagai sumber oksigen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemakaian udara pembakaran terhadap yield coke dan efisiensi termal. Data operasi Juni 2025 berupa kapasitas umpan laju udara pembakaran komposisi flue gas dan temperatur regenerator diolah menggunakan perhitungan neraca massa dan energi. Hasil menunjukkan yield coke 8,19–9,36% dengan rata-rata 8,64% sedangkan efisiensi termal 61,70 63,15% dengan rata-rata 62,26%. Peningkatan udara pembakaran cenderung meningkatkan yield coke sekaligus mendorong efisiensi termal meskipun tidak sepenuhnya linier. Keseimbangan suplai udara pembakaran coke dan distribusi panas menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas RCC sehingga diperlukan optimasi distribusi udara dan pengendalian catalyst cooler.
