SOSIALISASI KUALITAS AIR TANAH DANGKAL SEBAGAI PEMANFAATAN AIR KEBUTUHAN HIDUP PADA MASYARAKAT KELURAHAN NIPAH PANJANG II, KECAMATAN NIPAH PANJANG, TANJUNG JABUNG TIMUR, PROVINSI JAMBI
Abstract
Air tanah dangkal merupakan sumber utama air bersih bagi masyarakat pesisir di Kelurahan Nipah Panjang II, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Kondisi geologi yang didominasi oleh endapan lempung serta topografi yang datar menyebabkan wilayah ini rentan terhadap penurunan kualitas air, baik akibat intrusi air laut maupun aktivitas domestik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pengenalan kualitas air tanah dangkal kepada masyarakat melalui pengukuran parameter fisika meliputi pH, TDS (Total Dissolved Solids), dan EC (Electrical Conductivity). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar sampel masih memenuhi baku mutu air bersih berdasarkan Permenkes RI No. 2 Tahun 2023, dengan nilai pH 5,26–6,93, TDS 66–460 ppm, dan EC 118–938 µS/cm. Namun, beberapa titik menunjukkan nilai pH rendah dan TDS relatif tinggi yang mengindikasikan potensi pengaruh intrusi air laut. Sosialisasi yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap arti setiap parameter kualitas air serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan dan melestarikan sumber daya air tanah secara berkelanjutan.
Kata Kunci: air tanah dangkal, sosialisasi, kualitas air, intrusi air laut, Nipah Panjang
