KARAKTERISTIK BATUGAMPING BLOK BATUPUTIH DAN KESESUAIANNYA SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI
Abstract
Blok Batuputih merupakan konsesi pertambangan komoditas batugamping dengan luas 92,09 Ha di Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Karakterisasi aspek geologi dan kimiawi batugamping Blok Batuputih perlu dilakukan agar dapat menentukan kesesuaiannya untuk menjadi bahan baku industri. Metode yang digunakan pada studi ini adalah pemetaan geologi, analisis petrografi, analisis X-Ray Fluorescence (XRF), dan komparasi terhadap 29 referensi kriteria produk industri yang menggunakan batugamping sebagai bahan bakunya. Hasil pemetaan geologi menunjukkan bahwa Blok Batuputih tersusun oleh satuan batugamping pasiran, batugamping klastik, dan batugamping kristalin. Penentuan litologi tersebut juga diperkuat dengan hasil analisis petrografi yang terdiri atas crsytalline carbonate, packstone, dan wackestone. Hasil analisis XRF terhadap 12 sampel batugamping menunjukkan kadar sejumlah senyawa mayor pada batugamping, diantaranya CaO berkisar antara 54.83-55,98%, MgO berkisar antara 0.19-0.36%, Fe2O3 berkisar antara 0.01-0.25%, Al2O3 berkisar antara 0.06-0.56%, dan SiO2 berkisar antara 0.09-0.80%. Guna melakukan simplifikasi pada tahap komparasi, maka dipilih sampel RSM E4 dan RSM A2 sebagai representasi batugamping berkualitas tinggi dan sampel RSM B2 dan RSM E1 sebagai representasi batugamping berkualitas lebih rendah dengan mengacu pada kadar CaO sebagai senyawa kunci. Hasil komparasi kriteria bahan baku menunjukkan bahwa batugamping berkualitas tinggi (RSM E4 dan RSM A2) dalam kondisi aslinya sesuai terhadap kriteria 20 dari 29 kriteria produk industri. Sementara batugamping berkualitas lebih rendah (RSM B2 dan RSM E1) dalam kondisi aslinya hanya sesuai terhadap kriteria 10 dari 29 referensi kriteria produk industri. Direkomendasikan untuk melakukan benefisiasi secara fisik berupa pencucian dan pengayakan, pemilahan berat jenis, maupun pemisahan magnetik untuk meminimalisasi kadar senyawa pengotor, sehingga batugamping Blok Batuputih dapat lebih banyak memenuhi kesesuaian kriteria bahan baku industri.
