PENGARUH PENGGUNAAN BATU KAPUR TANJUNG BARU BATURAJA DAN PASIR LEMATANG MUARA ENIM PADA CAMPURAN LAPIS ASPHALT CONCRETE – WEARING COURSE (AC – WC)

  • Ahmad Rosihan Universitas Sriwijaya
Keywords: Batu Kapur, Pasir, Kadar Aspal Optimum, Campuran AC-WC, Marshall

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai stabilitas maksimum pada campuran Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) yang memanfaatkan batu kapur Tanjung Baru Baturaja dan pasir Lematang Muara Enim, serta menentukan kadar aspal optimum yang menghasilkan kinerja terbaik. Data penelitian diperoleh melalui pengujian langsung terhadap karakteristik material dan uji Marshall yang dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya. Berdasarkan hasil pengujian, variasi penambahan batu kapur sebagai agregat halus sebesar 0%, 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terhadap berat pasir memberikan pengaruh signifikan terhadap parameter Marshall. Nilai stabilitas tertinggi sebesar 2935,48 kg diperoleh pada kadar batu kapur 80%, sedangkan nilai flow tertinggi sebesar 4,23 mm juga tercapai pada kadar yang sama. Nilai rongga udara (VIM) tertinggi sebesar 4,65% dan nilai rongga dalam agregat (VMA) sebesar 15,55% diperoleh pada kadar 100%, sementara nilai rongga terisi aspal (VFA) tertinggi sebesar 77,89% terjadi pada kadar 20%. Selain itu, nilai Marshall Quotient meningkat hingga 949,02 kg/mm pada kadar batu kapur 100%, yang menunjukkan peningkatan stabilitas dan kekuatan campuran perkerasan jalan.

 

Published
2026-01-31