STUDI EKSPERIMENTAL PENDINGINAN PANEL SURYA TIPE POLIKRISTALIN 8 WP MENGGUNAKAN PELAT BERLUBANG

  • Permata Subing Universitas Sriwijaya
Keywords: Panel surya, pelat berlubang, pendinginan pasif, efisiensi

Abstract

Menghadapi tantangan energi global dan perubahan iklim, pengembangan energi surya menjadi krusial, terutama di Indonesia yang beriklim tropis. Namun, radiasi matahari tinggi meningkatkan temperatur operasional panel surya PV, yang dapat menurunkan efisiensi hingga 0,5% per kenaikan 1C di atas temperatur standar. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas sistem pendinginan pasif menggunakan pelat aluminium berlubang untuk menurunkan temperatur serta meningkatkan dua panel polikristalin 8 WP, satu sebagai kontrol tanpa pendingin dan satu dipasangi pelat aluminium berlubang berdimensi 380mm  180mm  17mm dengan tebal 1,5 mm. Dua variasi desain pelat diuji, pola lubang inline yang memiliki 2.499 lubang dan pola staggered dengan 2.635 lubang. Pengujian dilakukan di Palembang dengan kemiringan panel 15 menghadap utara. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pelat berlubang efektif meningkatkan performa panel. Pola staggered memberikan penurunan temperatur rata-rata tertinggi sebesar 1,87C, menurunkan suhu dari 51,58C menjadi 49,71C, dan menghasilkan peningkatan efisiensi rata-rata tertinggi 0,31%. Pola inline mencapai penurunan temperatur rata-rata 1,51C, menurunkan suhu dari 46,85C menjadi 45,34C, dengan peningkatan efisiensi rata-rata 0,27%. Analisis kesetimbangan energi memvalidasi kemampuan pelat membuang kerugian energi kalor secara efektif. Disimpulkan, pendingin pasif pelat berlubang efektif untuk menjaga temperatur operasional panel surya untuk meningkatkan daya keluaran dan efisiensi.

Published
2026-01-30