Integrasi Teknologi Membran Ultrafiltrasi dan Adsorben Kulit Manggis terhadap Kualitas TDS, pH, Dan EC Limbah Industri Tahu
Abstract
ABSTRAK: Industri tahu di Indonesia berkembang pesat dan berperan penting dalam ketahanan pangan. Namun, proses produksinya menghasilkan limbah cair dengan kandungan TDS dan EC sangat tinggi serta pH asam yang sering kali dibuang langsung ke lingkungan tanpa pengolahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan teknologi pengolahan limbah cair industri tahu melalui membran ultrafiltrasi dan adsorben alami berbasis kulit manggis. Urgensi penelitian terletak pada kebutuhan solusi inovatif yang tidak hanya mampu menurunkan kadar BOD, COD, dan menstabilkan pH limbah, tetapi juga memanfaatkan limbah kulit manggis sebagai material bernilai tambah. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan metode adsorpsi kulit manggis yang diaktivasi secara kimia, dipadukan dengan membran ultrafiltrasi untuk meningkatkan efisiensi penghilangan polutan organik. Variabel penelitian meliputi variasi massa adsorben kulit manggis saat adsorpsi (140, 120, 100, 80, 60 gram) dan laju alir membran ultrafiltrasi (3, 5, 7 LPM). Estimasi hasil penelitian menunjukkan peningkatan massa adsorben kulit manggis menurunkan kadar TDS dan EC serta meningkatkan pH limbah. Penurunan laju alir membran ultrafiltrasi meningkatkan waktu kontak untuk efisiensi reduksi sehingga limbah cair tahu diperkirakan dapat memenuhi baku mutu. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pengolahan limbah cair tahu serta mendukung terlaksananya tujuan pembangunan global pada SDGs ke-6 tentang penyediaan air bersih dan sanitasi yang baik.
Kata Kunci: Membran Ultrafiltrasi; Limbah cair tahu; Adsorben kulit manggis; Laju alir; Massa adsorben
ABSTRACT: The tofu industry in Indonesia has grown rapidly and plays a vital role in food security. However, the production process generates wastewater with high TDS and EC levels and acidic pH, often discharged directly into environment without treatment. This study aims to develop wastewater treatment technology for tofu industry using ultrafiltration membranes and natural adsorbents from mangosteen peel. The urgency of this research lies in the need for innovative solutions capable of reducing TDS and EC levels and stabilizing pH, while also utilizing mangosteen peel waste as a natural adsorbent. The novelty of this research lies in combining an adsorption method using chemically activated mangosteen peel with ultrafiltration membranes, expected to enhance organic pollutant removal efficiency. The research variables include variations in the mass of mangosteen peel adsorbent (140, 120, 100, 80, 60 grams) and flow rate of the ultrafiltration membrane (3, 5, 7 LPM). The estimated results show that increasing the mass of mangosteen peel adsorbent reduces TDS and EC and increases wastewater pH. A decrease in ultrafiltration membrane flow rate increases contact time for reduction efficiency so tofu wastewater is expected to meet quality standards. This research is expected to support SDG 6 on clean water and sanitation.
Keywords: Ultrafiltration ; Tofu Wastewater; Mangosteen Peel Adsorbent; Flow Rate; Adsorbent Mass
