Sistem Fluvial Sungai Musi Sebagai Indikator Tata Ruang Risiko Banjir: Studi Kasus Kota Palembang

  • Harnani
  • Pradnya Paramarta Raditya Rendra Departemen Geologi Terapan, Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor
  • Budhi Setiawan
  • Dede Nurohim Program Studi Teknik Geologi Universitas Sriwijaya
  • Dwi Vina Febrim
Keywords: Sungai Musi, Geomorfologi Fluvial, Meander, Anabranch, Tataruang

Abstract

Kota Palembang merupakan wilayah dataran rendah yang dilintasi oleh Sungai Musi dan anak-anak sungainya, membentuk sistem geomorfologi fluvial yang kompleks dan dinamis. Urbanisasi yang pesat telah mengubah penggunaan lahan dan memperbesar volume limpasan permukaan, sehingga meningkatkan risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis geomorfologi fluvial sebagai indikator spasial risiko banjir, dengan pendekatan kuantitatif dan geospasial. Metode yang digunakan meliputi klasifikasi bentuk lahan fluvial (dataran banjir, meander, rawa), analisis topografi dan elevasi, interpretasi citra satelit (Landsat 8) serta validasi lapangan di zona genangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sungai Musi berada pada stadia geomorfik dewasa hingga menjelang tua, dengan pola meander aktif dan percabangan anastomatik yang stabil. Zona rawan banjir teridentifikasi di sisi dalam meander, area rawa yang terkonversi, dan wilayah anabranching aktif. Strategi mitigasi diarahkan pada konservasi dataran banjir, pelestarian vegetasi riparian, dan desain drainase berbasis kontur geomorfik. Kajian ini mendukung perencanaan tata ruang yang adaptif dan selaras dengan prinsip SDGs, khususnya dalam pengelolaan risiko bencana dan konservasi ekosistem fluvial.

Published
2026-01-29