EVALUASI KUALITAS AIR TANAH DANGKAL DAN KANDUNGAN BAKTERI Escherichia Coli PADA SUMUR YANG BERDEKATAN DENGAN TANGKI SEPTIK DI DESA BURAI, KECAMATAN TANJUNG BATU, KABUPATEN OGAN ILIR
Abstract
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masayarakat, namun di beberapa wilayah pedesaan seperti Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, kualitas air tanah dangkal sering terancam kedekatannya dengan sistem sanitasi yang tidak memadai. Permasalahan utama berupa potensi kontaminasi air tanah oleh bakteri Escheria coli yang berasal dari tangki septik rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh jarak antara tangki septik terhadap kualitas air tanah dangkal dan kandungan bakteri Escherichia coli pada sumur warga di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir. Metode penelitian mencakup survei lapangan untuk menentukan posisi sumur gali dan tangki septik serta mengukur jarak horizontal antara keduanya. Pengambilan sampel air dilakukan pada beberapa titik representatif berdasarkan variasi jarak terhadap tangki septik. Analisis laboratorium meliputi parameter fisik (pH, suhu, warna, bau, dan kekeruhan) untuk menilai kondisi kualitas air secara umum, serta parameter biologis dengan metode SM 9222 J guna mengidentifikasi dan menghitung jumlah koloni Escherichia coli menggunakan teknik membrane filtration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tangki septik yang lebih dekat berpengaruh terhadap penurunan kualitas air secara fisik, seperti peningkatan kekeruhan atau perubahan bau, serta peningkatan jumlah koloni Escherichia coli. Hal ini menandakan adanya infiltrasi limbah fekal ke dalam akuifer dangkal. Temuan ini diharapkan menjadi dasar rekomendasi bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam menentukan jarak minimum aman antara tangki septik dan sumur gali, guna menjaga kualitas air tanah dan mencegah risiko penyakit berbasis air di wilayah pedesaan.
