ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN BERDASARKAN METODE GRANULOMETRI DI SUNGAI RAMBANGNIA, DESA BUNGIN CAMPANG, SUMATERA SELATAN
Abstract
Pemahaman terhadap lingkungan pengendapan sedimen di suatu daerah sangat penting untuk merekonstruksi sejarah geologi, menafsirkan dinamika fluida pengendap, serta menilai potensi sumber daya geologi setempat. Namun, hingga kini, informasi mengenai karakteristik sedimen dan lingkungan pengendapan di Desa Bungin Campang, Sumatera Selatan, masih terbatas dan belum dianalisis secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menafsirkan lingkungan pengendapan sedimen di daerah tersebut berdasarkan analisis granulometri. Metode yang digunakan berupa analisis granulometri dengan pengambilan sampel di dua titik pengamatan pada sungai Rambangnia, kemudian dilakukan analisis berupa ukuran butir, sortasi, skewness, kurtosis, serta morfologi butir. Analisis granulometri dilakukan dengan menggunakan metode grafis dan metode statistik. Metode statistik menggunakan pendekatan metode Inman, metode Inman modified dan metode Folk & Ward dengan parameter mean, standar deviasi, skewness, kurtosis dan Mcd (Minimum Covariance Determinant). Hasil perhitungan menggunakan metode Inman pada sampel 1 didapatkan masing-masing parameter yakni, 2.30, 0.81, 0.17, 0.65, 0.0039, sedangkan pada sampel 2 didapatkan masing-masing 1.84, 1.1, -0.34, 0.33, hasil perhitungan menggunakan metode Inman (mod) pada sampel 1 didapatkan nilai skewness 0.28 , sedangkan pada sampel 2 didapatkan nilai skewness 0.027, hasil perhitungan menggunakan metode Folk & Ward pada sampel 1 didapatkan masing-masing 2.41, 0.8, 0.22, 1.81, 0.008, sedangkan pada sampel 2 didapatkan masing-masing 1.45, 0.99, -0.009, 2,327. Sehingga hasil analisis granulometri didapatkan lingkungan pengendapan yang terjadi pada material yang berada di Desa Bungin Campang yaitu lingkungan Fluvial atau Sungai.
