Geologi Daerah Kinal dan Sekitarnya, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu
Abstract
Pemetaan geologi dilakukan di Daerah Kinal dan sekitarnya, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dengan luas area 81 km² dan skala 1:25.000. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi kondisi geologi lokal, mencakup aspek geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi melalui observasi lapangan, analisis laboratorium (petrografi, paleontologi), dan analisis studio. Berdasarkan analisis geomorfologi, daerah penelitian terbagi menjadi enam satuan, yaitu Channel Bar (CB), Dataran Alluvial (DA), Punggungan Zona Sesar (PZS), Perbukitan Karst (PK), Perbukitan Denudasional Erosi Lemah (PDEL), dan Perbukitan Denudasional Erosi Kuat (PDEK). Stratigrafi daerah terdiri dari dua formasi utama dan endapan Kuarter. Formasi Lemau (Miosen Tengah – Akhir) dengan litologi batupasir, breksi, batugamping, dan batulempung. Formasi Simpangaur (Miosen Akhir – Pliosen Awal) yang didominasi batupasir moluska, batupasir tuffan, batulempung tuffan, dan konglomerat. Struktur geologi yang terbentuk adalah tiga sesar turun yang terjadi pada Miosen Akhir hingga Pliosen Awal. Sesar Manau IX dan Lungkangkule berorientasi Timur Laut–Barat Daya (NE–SW), sementara Sesar Padangmanis berorientasi Barat Laut–Tenggara (NW–SE). Sejarah geologi dimulai pada Miosen Tengah dengan pengendapan Formasi Lemau, diikuti Formasi Simpangaur, dan diakhiri dengan pembentukan struktur sesar serta proses geomorfologi permukaan pada Kuarter.
